Mata Kuliah : Etika Profesi
SOAL
- Pengertian KKNI
- Hubungan KKNI dengan Etika profesi
- Jelaskan ciri-ciri seseorang yang profesional di bidang Teknik secara umum dan Teknik Informatika khususnya
JAWABAN
1. ) KKNI
v Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi
sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan
mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja
dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di
berbagai sektor pekerjaan.
v KKNI
merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem
pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan sistem penilaian
kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional, yang dimiliki
Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang bermutu dan
produktif.
v KKNI
menyatakan sembilan jenjang kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang
produktif. Deskripsi kualifikasi pada setiap jenjang KKNI secara komprehensif
mempertimbangkan sebuah capaian pembelajaran yang utuh, yang dapat dihasilkan
oleh suatu proses pendidikan baik formal, non formal, informal, maupun
pengalaman mandiri untuk dapat melakukan kerja secara berkualitas. Deskripsi
setiap jenjang kualifikasi juga disesuaikan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, atau seni, serta perkembangan sektor-sektor pendukung
perekonomian dan kesejahteraan rakyat, seperti perindustrian, pertanian,
kesehatan, hukum, dan aspek lain yang terkait. Capaian pembelajaran juga
mencakup aspek-aspek pembangun jati diri bangsa yang tercermin dalam
Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yaitu
menjunjung tinggi pengamalan kelima sila Pancasila dan penegakan hukum, serta
mempunyai komitmen untuk menghargai keragaman agama, suku, budaya, bahasa, dan
seni yang tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia.
2.) Bertanggung jawab
pada pekerjaan secara mandiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian
hasil kerja kelompok. Komunikatif, estetis, etis, apresiatif, partisipatif.
3.) Seseorang yang
profesional memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan yang lain. Sehingga,
seseorang tidak akan disebut profesional apabila tidak masuk ke dalam kriteria
atau ciri-ciri yang akan disebutkan berikut:
ü Mempunyai
keterampilan yang sangat tinggi di bidang tertentu. Atau seseorang yang
memiliki kepandaian di dalam mengoperasikan alat tertentu. keahlian dan
keterampilan tersebut dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan
bidang masing-masing.
ü Mempunyai
ilmu serta pengalaman yang luas. Di samping itu, juga memiliki kecerdasan
khusus untuk menganalisis permasalahan dan peka terhadap situasi. Selanjutnya,
mereka juga orang yang mampu membaca situasi dengan cepat dan tepat serta
cermat terhadap pengambilan keputusan yang terbaik untuk semua pihak.
ü Seseorang
yang profesional akan berorientasi kepada masa depan. Sehingga ia memiliki
keahlian dalam mengantisipasi perkembangan lingkungan yang ada di depannya. Ini
akan memunculkan sikap kedewasaan tersendiri kepada seseorang.
ü Memiliki
sikap yang cenderung mandiri. Seseorang yang profesional juga yakin terhadap
kemampuan pribadi dan terbuka untuk menghargai pendapat dari orang lain. Akan
tetapi, orang profesional memiliki kecermatan dalam menentukan mana yang
terbaik untuk dirinya dan untuk perkembangan pribadinya.
ü Pemikiran
Terbuka yang mana senantiasa mempertimbangkan dan menerima opini dari orang
lain tanpa mengedepankan ego diri sendiri demi kebaikan bersama.
ü Memiliki
integritas yaitu mengutamakan prinsip dasar dengan mengedepankan nilai
kebenaran, keadilan dan kejujuran. Hal ini ditujukan karena untuk meningkatkan
kualitas diri sendiri dan juga membangun komunitas yang baik.
ü Komitmen
yang tinggi untuk terus menjaga kualitasnya merupakan hal cukup penting yang
dimiliki oleh seorang profesional. Komitmen ini dapat dilihat dengan tidak
mudahnya seseorang mengubah sikap dan kualitas baik yang dimiliki hanya karena
situasi yang terkadang berubah ubah ntah baik ataupun buruk.
ü Mampu
Memotivasi baik diri sendiri maupun orang disekitarnya merupakan satu ciri yang
dimiliki seorang profesional. Terkadang ada saatnya situasi sulit yang terjadi
membuat seorang kehilangan harapan dan menjadi putus asa. Seorang profesional
dapat memotivasi orang lain dan diri sendiri dengan menjadikan situasi yang
sulit sebagi tantangan yang akan membangun kualitas diri untuk kedepannya
dengan memecahkan masalah menggunakan pikiran yang tanang.
ü Loyalitas
dimiliki oleh seorang profesional dengan mengerjakan sesuatu secara sunggug
sungguh dan totalitas. Hal yang dikerjakan tidak dianggap sebagai beban yang
merugikan kehidupannya, tetapi menjadikannya sebagai panggilan hidup.
Ciri-ciri
Profesionalisme yang harus dimiliki oleh seorang IT. Ciri-cirinya adalah
sebagai berikut :
Ø Memiliki
kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan
bidang pekerjaan IT Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan
IT-nya ke dalam pekerjaannya.
Ø Punya
ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
Ø Bekerja
di bawah disiplin kerja
Ø Mampu
melakukan pendekatan disipliner
Ø Mampu
bekerja sama
Ø Cepat
tanggap terhadap masalah client.
Contoh
ciri – ciri profesionalisme di bidang IT adalah :
v Keterampilan
yang berdasar pada pengetahuan teoretis Profesional diasumsikan mempunyai
pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar
pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
v Asosiasi
profesional Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para
anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi
anggotanya.
v Pendidikan
yang ekstensif Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama
dalam jenjang pendidikan tinggi.
v Ujian
kompetensi Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan
untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
v Pelatihan
institutional Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti
pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis
sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui
pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
v Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya
mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
v Otonomi
kerja Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka
agar terhindar adanya intervensi dari luar.
v Kode
etik Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan
prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
v Mengatur
diri Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur
tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi
yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
v Layanan
publik dan altruisme Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat
dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter
berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
v Status
dan imbalan yang tinggi Profesi yang paling sukses akan meraih status yang
tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut
bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar